Posted on June 8th, 2008 by klikwae
Pada suatu hari Nasrudin mendengar ada seorang muda yang bisa bermain musik dengan amat bagus. Ia pun tertarik untuk belajar musik.
Keesokan harinya, ia pergi ke kota dan menemui guru musik kenamaan. “Tuan, saya ingin belajar musik, berapa bayarannya?”
Guru itu sejenak melihat wajahnya, sebelum akhirnya menjawab, “Murid-muridku membayar tiga dirham untuk bulan pertama, dan kemudian untuk [...]
Filed under: Humor, Humor Sufi | No Comments »
Posted on June 8th, 2008 by klikwae
Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang.
“Apa makanannnya?” tanyanya.
“Sama dengan yg kita makan”, jawab istrinya.
“Dimana kera itu akan tidur?”
“Di tempat tidur kita, bersama kita.”
“Bersama kita? Baunya bagaimana?”
“Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira kera juga tahan”.
Diambil dari Ketawa.com
Filed under: Humor, Humor Sufi | No Comments »
Posted on June 8th, 2008 by klikwae
“Nasrudin, anakku, biasakanlah bangun pagi setiap hari.”
“Kenapa, ayah?”
“Itu kebiasaan bagus. Dulu ayah pernah bangun pas dini hari trus keluar jalan jalan. Dan ayah nemu sekantong emas.”
“Bagaimana ayah tahu itu bukan punya orang yang kehilangan malam sebelumnya?”
“Oh, itu bukan point nya. Walau bagaimanapun juga kantong itu tidak ada disitu malam sebelumnya. Ayah ingat bener.”
“Jadi kalo gitu, [...]
Filed under: Humor, Humor Sufi | No Comments »
Posted on June 7th, 2008 by klikwae
Suatu malam seorang ulama Sufi bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk.
“Berapa harga kambing ini ?” tanya seorang calon pembeli.
“Dua belas dinar.” kata sang sufi.
“Tujuh dinar.”
“Tidak boleh.”
“Delapan dinar.”
“Tidak boleh.”
Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang sufi terbangun dari tidurnya. Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya. Tak seekor kambingpun ia lihat. Pun tak ada calon [...]
Filed under: Humor, Humor Sufi | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang.
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
Nasruddin sedang mengendarai untanya ketika segerombolan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi penolakan atas kenaikan BBM. Ia bergumam kepada untanya “Untung kamu tidak suka minum BBM!”
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton [...]
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
Nasruddin mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | No Comments »
Posted on January 6th, 2008 by klikwae
“Nasrudin, anakku, biasakanlah bangun pagi setiap hari.”
“Kenapa, ayah?”
“Itu kebiasaan bagus. Dulu ayah pernah bangun pas dini hari trus keluar jalan jalan. Dan ayah nemu sekantong emas.”
Filed under: Humor Sufi, ketawa.com | 1 Comment »